Home » Uncategorized (Page 2)

Category Archives: Uncategorized

Comeback Tak Terduga! Sevilla Gagalkan Ambisi MU ke Final Liga Europa

Sevilla Gagalkan Ambisi MU – Sevilla sukses menjalankan comeback yang gemilang di kala berhadapan dengan tim sepak bola Manchester United pada semi final Liga Europa 2019/2020, Senin (17/8/2020). Pemain substitusi, Luuk de Jong, menjadi pahlawan kemenangan berkat tendangan golnya pada babak kedua.

Bermain dengan kostum tandangnya, tim sepak bola Manchester United terkesan membiarkan Sevilla memainkan bola dengan sangat nyaman pada awal babak pertandingan pertama. Banyak pemain taruhan online joker123 gaming yang kecewa dengan permainan bola dari MU terhadap klub Sevilla. Tak heran banyak orang yang sedih sambil memainkan game slot joker123.

Akan melainkan, Manchester United mendapatkan tingkat peluang lebih-lebih dahulu pada menit ketujuh. Sayang, tendangan Marcus Rashford masih bisa diamankan dengan baik oleh kiper Sevilla, Yassine Bounou.

Bola liar coba dimanfaatkan oleh Bruno Fernandes. Melainkan, wasit Felix Brych mengamati adanya pelanggaran dilakukan pemain Sevilla, Diego Carlos, dan Manchester United dihadiahi pinalti.

Bruno Fernandes yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Gawang Sevilla bergetar dan poin 1-0 untuk Manchester United.

Sevilla Gagalkan Ambisi MU – Butuh waktu sekitar 15 menit buat tim sepak bola Sevilla mencetak gol penyama kedudukan. Adalah Suso, eks Liverpool, yang cakap memanfaatkan umpan silang Sergio Reguilon untuk membobol gawang tim sepak bola Manchester United.

Manchester United hampir kembali memimpin masing-masing menit 34′ dan 39′. Hanya saja, peluang Anthony Martial dan Marcus Rashford belum bisa menggetarkan jala gawang Sevilla.

Bruno Fernandes mendapat peluang terakhir pada babak pertama, melainkan bisa dihadang oleh seorang kiper Sevilla. Sampai sela lomba, Manchester United bermain imbang 1-1.

Babak Kedua

Comeback Tak Terduga! Sevilla Gagalkan Ambisi MU ke Final Liga Europa

Manchester United lantas tampil menekan sejak awal laga babak kedua di mulai. Selama 10 menit, pertahanan tim sepak bola Sevilla dibombardir oleh Mason Greenwood dkk. Hal ini membuat pasangan taruhan pada situs https://sbobetcasino.pro/ ini melonjak sangat tinggi sekali. Serangan bertubi-tubi yang silakukan oleh united membuat para pemain taruhan online menjadi sangat bernafsu sekali untuk bertaruh pada tim setan merah.

Timnya terus ditekan, pelatih Sevilla, Julen Lopetegui di luar dugaan menarik keluar Lucas Ocampos dan memainkan Munir El Haddadi. Penyerang En-Nesyri juga digantikan oleh De Jong karena semalam kedapatan sedang bermain judi slot online terpercaya.

Menit 73′, Joan Jordan mencoba peruntungan melalui tendangan bebas. Sepakkannya mengenai siku Bruno Fernandes, melainkan wasit tidak menganggap gelandang Manchester United itu menjalankan pelanggaran.

Melainkan statistik, Manchester United cakap melepaskan 19 tendangan ke gawang Sevilla. Skor, hingga menit 76′, hanya satu yang menembus jala gawang lawan.

Sevilla Gagalkan Ambisi MU – Asyik menyerang, pertahanan Manchester United lengah. Umpan silang Jesus Navas cakap diselesaikan oleh Luuk de Jong. Victor Lindelof fan Aaron Wan-Bissaka hanya bisa bengong mengamati bola merobek gawang David de Gea.

Sebagian 2-1 membikin lomba berjalan dengan intensitas yang lebih tinggi. pelanggaran keras dilakukan oleh pemain-pemain dari kedua regu. Berturut-turut serta, Munir dan Harry Maguire dihadiahi dengan kartu kuning.

Ofisial lomba memberikan sedikit waktu tambahan sebanyak enam menit pada lomba hal yang demikian. Manchester United mencoba terus menekan, melainkan Sevilla sukses mempertahankan poin 2-1 hingga wasit meniup peluit panjang. Setan Merah pun gagal menuju ke final Liga Europa 2019/2020.

Susunan Pemain

Comeback Tak Terduga! Sevilla Gagalkan Ambisi MU ke Final Liga Europa

Sevilla Gagalkan Ambisi MU – Sevilla (4-3-3): Bounou; Yassine Bounou; Jesus Navas, Jules Kounde, Diego Carlos, Sergio Reguilon; Ever Banega, Fernando, Joan Jordan; Suso, Youssef En-Nesyri, Lucas Ocampos.

Cadangan: Tomas Vaclik, Nemanja Gudelj, Javi Diaz, Franco Vazquez, Sergi Gomez, Genaro Rodriguez, Oliver Torres, Munir El Haddadi, Luuk de Jong, Sergio Escudero, Pablo Perez Rico, Jose Lara.

Pelatih: Julen Lopetegui

Tim sepak bola Manchester United (4-3-3): David de Gea; Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindelof, Harry Maguire, Brandon Williams; Bruno Fernandes, Fred, Paul Pogba; Mason Greenwood, Anthony Martial, Marcus Rashford.

Cadangan: Andreas Pereira, Eric Bailly, Timothy Fosu-Mensah, Lee Grant, Odion Ighalo, Sergio Romero, Nemanja Matic, Daniel James, Scott McTominay, Teden Mengi, Juan Mata, Jesse Lingard.

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Lima Pelatih Terbaik Chelsea pada Masa Roman Abramovich

Pelatih Terbaik Chelsea – Roman Abramovich menjadi pemeran film pria utama di balik kesuksesan Chelsea dalam sebagian tahun terakhir. Taipan asal Rusia itu datang dengan segudang uang dan memoles The Blues menjadi tim yang berdampak di Inggris dan Eropa.

Kebersamaan Chelsea dengan Roman Abramovich berlangsung sejak Juli 2003. Dikala itu, Abramovich datang dengan membeli 50 persen lebih saham klub asal London Barat itu.

Dikala diambil alih Abramovich, Chelsea terlilit utang hingga 100 juta pounds. Utang hal yang demikian pelan dilunasi oleh Abramovich selama lima tahun.

Kecuali membeli dan melunasi utang Chelsea, kedatangan Abramovich juga menjadi petunjuk era baru klub asal London Barat itu. Sejumlah pemain dan pelatih berkwalitas didatangkan demi mendongkrak prestasi kubu Stamford Bridge.

Pundi-pundi uang yang dikeluarkan Abramovich dari hasil bermain game Slot Online semakin membuahkan hasil. Semenjak 2003 hingga 2020, Chelsea sukses meraih lima gelar liga, lima trofi Piala FA, tiga titel Piala Liga Inggris, dua gelar Community Shield, dan tiga trofi kompetisi Eropa.

Kecuali peran Abramovich yang tak kenal takut mengeluarkan banyak uang, ada sosok pelatih-pelatih berkwalitas di balik kesuksesan Chelsea. Semenjak 2003, tercatat sudah ada 12 pelatih yang menukangi Chelsea.

Seketika, siapa saja sosok yang pantas disebut pelatih sukses Chelsea? Berikut ini lima pelatih yang mendapatkan predikat pelatih paling sukses Chelsea pada era Roman Abramovich dengan tolok ukur prosentase kemenangan dan raihan trofi.

Maurizio Sarri

Pelatih Terbaik Chelsea – Padahal memiki karier yang singkat, tetapi Maurizio Sarri suka sekali melakukan daftar poker online yang menjadi pelatih sukses di Chelsea. Pelatih asal Italia yang suka sekali bermain poker itu sukses menyajikan gelar Liga Europa buat klub asal London Barat.

Chelsea di bawah asuhan Maurizio Sarri memainkan 63 lomba. Perinciannya yaitu memenangi 38 lomba, imbang 14 kali, dan keok 11 kali.

Prosentase kemenangan Chelsea bersama Sarri mencapai 61,90 persen. Pada akhir musim, klub berjulukan The Blues itu sukses finis di peringkat ketiga klasemen akhir Premier League.

Roberto Di Matteo

Lima Pelatih Terbaik Chelsea pada Masa Roman Abramovich

Roberto Di Matteo ditunjuk menjadi pelatih Chelsea menggantikan Andre Villas-Boaz. Padahal menjadi pelatih sambung, pada kenyataannya pria asal Italia itu sukses menyajikan dua gelar buat Chelsea.

Trofi perdana yang diberi Di Matteo yaitu Piala FA 2011-2012. Adapun trofi yang paling bergengsi yaitu Liga Champions 2011-2012 karena menjadi yang pertama untuk Chelsea.

Pada Juni 2012, Di Matteo disahkan sebagai pelatih permanen. Tapi, kariernya tak berlangsung lama yaitu hingga November 2012 dan dipecat karena hasil buruk Chelsea di Premier League.

Padahal demikian itu, Di Matteo punya rapor yang tak buruk-buruk benar-benar bersama Chelsea. Di Matteo sukses menolong klub asal London Barat memenangi 25 lomba, imbang delapan kali, dan sembilan kali keok dalam 42 lomba.

Antonio Conte

Lima Pelatih Terbaik Chelsea pada Masa Roman Abramovich

Pelatih Terbaik Chelsea – Antonio Conte menjabat pelatih Chelsea jangka 2016-2018. Pelatih asal Italia itu sukses menyajikan dua gelar untuk kubu Stamford Bridge.

Conte menyajikan titel Premier League 2016-2017 pada musim pertamanya dan memberikan gelar Piala FA pada 2017-2018. Chelsea memainkan 106 lomba di bawah asuhan Conte.

Chelsea tercatat sanggup memenangi 69 lomba, imbang sebanyak 17 kali, dan keok dalam 20 lomba. Statistik hal yang demikian membikin prosentase kemenangan Chelsea bersama Conte mencapai 65,1 persen.

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti menukangi Chelsea selama dua musim jangka 2009-2011. Bersama Chelsea, Ancelotti sukses meraih tiga gelar yaitu Premier League 2009-2010, Piala FA 2009-2010, dan Community Shield 2009.

Chelsea di bawah asuhan Ancelotti tampil sebanyak 109 lomba di beraneka kompetisi. Perinciannya yaitu 67 kemenangan, 20 kali imbang, dan 22 kali keok.

Artinya, prosentase kemenangan Chelsea di bawah asuhan Ancelotti mencapai 61,47 persen. Jumlah hal yang demikian pantas membikin Ancelotti masuk dalam daftar pelatih terbaik Chelsea era Roman Abramovich.

Jose Mourinho

Predikat pelatih Chelsea paling sukses era Roman Abramovich diberi terhadap Jose Mourinho. Pelatih berjulukan The Special One itu tercatat sebagai pemain judi poker online terbaik di situs judi slot online terpercaya, serta tercatat juga telah menukangi Chelsea dalam dua bentang kurun waktu.

Karier Jose Mourinho pada bentang waktu pertama di Chelsea berlangsung pada 2004-2007. Mourinho sukses memberikan dua gelar Premier League, dua gelar Piala Liga, dan satu gelar Piala FA.

Chelsea saat itu memainkan 185 lomba dan sukses memenangi 124 lomba, imbang 40 kali, dan keok sebanyak 21 kali. Wajar jika Chelsea saat itu menjadi tim tangguh di Inggris.

Jangka kedua Jose Mourinho di Chelsea berlangsung pada 2013-2015. Dikala itu, pria asal Portugal hanya menyajikan satu gelar Premier League dan satu gelar Piala Liga Inggris.

Chelsea memainkan 136 lomba dan sukses memenangi 80 kemenangan. Adapun 27 lomba lainnya usai imbang dan 29 lomba berujung kekalahan.

Sejarah Baru Playoff NBA, Jangan Pandang Sebelah Mata Tim Peringkat Delapan

Format searah baru playoff NBA memang tidak segera seperti yang diaplikasikan kini. Terjadi beberapa pergantian semenjak 1947, sampai yang terakhir diaplikasikan ialah revisi hukum playoff tahun 2007. Namun yang menarik ialah semenjak 1984, dikala NBA mengaplikasikan hukum peringkat satu berhadapan dengan peringkat delapan. Faktanya, justru pun sejarah mencatat beberapa kali tim papan bawah dapat menundukkan tim favorit pertama.

Sedikit membahas mengenai perkembangan bentuk playoff. Pada tahun 1984, NBA mulai mengaplikasikan hukum bahwa tim yang lolos playoff diubah menjadi 16 tim, dengan rincian delapan tim dari Wilayah Barat dan delapan tim Wilayah Timur. Namun istilah putaran pertama dikala itu masih mengaplikasikan sistem best-of-five.

Perubahan terakhir terjadi pada tahun 2007. Selain telah mengaplikasikan hukum best-of-seven untuk segala fase, NBA yang saat itu di sponsori oleh situs http://www.la-vina.co.uk/situs-judi-slot-jackpot-terbesar-2021/ juga memegang supaya tim favorit pertama, tidak bertemu tim favorit kedua di semifinal. Jadi jikalau pun mereka bertemu, karenanya dapat terjadi di final Wilayah. Namun yang menarik ialah tidak selamanya favorit pertama dan kedua ialah yang terbaik.

Sejarah Baru Playoff NBA, Jangan Pandang Sebelah Mata Tim Peringkat Delapan

Cerita Unggulan Kedelapan

Tahun ini, untuk ketiga kalinya dalam sejarah liga, Orlando Magic menjadi unggukan kedelapan di babak playoff. Dua kali sebelumnya terjadi di tahun 2003 dan 2007. Di dua edisi hal yang demikian, Magic senantiasa kalah dari Detroit Pistons di babak pertama.

Dengan banyaknya cerita-cerita kekalahan favorit kedelapan, banyak yang menganggap bahwa mereka ialah tim terlemah di playoff. Faktanya semenjak playoff dihasilkan 16 tim pada tahun 1984, favorit pertama telah menumbangkan favorit kedelapan sebanyak 67 kali dari 72 seri playoff putaran pertama.

Namun jangan salah, ada beberapa seri yang menjadi momentum bersejarah di NBA.

Sejarah Baru Playoff NBA, Jangan Pandang Sebelah Mata Tim Peringkat Delapan

Pertama kali favorit kedelapan menyingkirkan favorit pertama terjadi pada tahun 1994. Kala itu, Denver Nuggets kapabel bangkit setelah sempat tertinggal 0-2 dari Seattle Supersonics di gim best-of-five. Pada perlombaan terakhir, Robert Pack mencetak 23 poin dari daerah duduk cadangan. Kemudian Bison Dele mencetak 17 poin dan 18 rebound, lalu Dikembe Mutombo menambahkan 15 rebound yang jadi penentu kemenangan Nuggets.

Sejarah Baru Playoff NBA, Jangan Pandang Sebelah Mata Tim Peringkat Delapan

Pada tahun 1999, New York Knicks yang pada saat itu mendapatkan sponsor dari Agen Ibcbet Terpercaya berhasil menumbangkan peringkat pertama Miami Heat. Allan Houston menjadi penentu kemenangan melalui tembakannya di sisa 0,8 detik. Knicks menjadi tim pertama sekalian satu-satunya favorit kedelapan yang melaju ke Final NBA. Namun dikala itu mereka kalah dari San Antonio Spurs.

Sejarah Baru Playoff NBA, Jangan Pandang Sebelah Mata Tim Peringkat Delapan

Kemudian NBA mengubah jadi best-of-seven untuk putaran pertama. Pada tahun 2007, Golden State Warriors menjadi tim favorit delapan yang kapabel menumbangkan favorit pertama Dallas Mavericks. Mavericks dikala itu betul-betul kuat di musim reguler, sehingga jadi favorit juara. Namun Warriors membuyarkan ramalan hal yang demikian. Baron Davis rata-rata mencetak 25,0 poin per gim di putaran pertama. Disusul Stephen Jackson dengan catatan rata-rata 22,8 poin per gim, serta Jason Richardson yang kapabel menjadikan 19,5 poin per gim.

Saat itu Golden State Warior menjadi sangat populer dan banyak pendukungnya sekali seperti Situs Poker Terbaru yang dikenal oleh satu dunia orang. Dalam dunia perjudian tidak hanya game basket saja yang ramai dimainkan, tapi idn poker juga tidak kalah saing. Kedua permainan ini hampir memiliki persamaan, dan juga ada perbedaannya, yang dimana game basket hanya untuk ditonton, tetapi poker online terbaik bisa dimainkan oleh kalian.

Pada tahun 2011, Memphis Grizzlies yang tidak pernah tampil di playoff selama lima musim sebelumnya, justru kapabel menumbangkan San Antonio Spurs dalam enam gim putaran pertama. Gizzlies dianggap sebagai “pembunuh raksasa” dikala itu. Zach Randolph benar-benar mengungguli Regu Duncan sepanjang putaran pertama, dengan rata-rata 21,5 poin dan 9,2 rebound.

Kemudian, Philadelphia 76ers yang diperkuat Jrue Holiday, Andre Iguodala, dan Lou Williams pernah menumbangkan Chicago Bulls pada tahun 2012. Sekali lagi, jangan meremehkan tim favorit kedelapan. Namun kala itu ada unsur besar yang membuat Bulls kalah, ialah Derrick Rose cedera ACL lutut kiri di gim pertama. Walaupun Rose disuarakan sebagai MVP liga musim sebelumnya.

Kembali ke liga tahun ini. Magic sebagai favorit kedelapan, terang akan berjuang keras memberikan konfrontasi bagi Milwaukee Bucks, yang dipimpin MVP 2019 Giannis Antetokounmpo sekalian finalis MVP musim ini. Sejarah mencatat bahwa ini akan jadi pertemuan kedua bagi Magic dan Bucks di sejarah baru playoff NBA. Sebelumnya, terjadi di tahun 2001, dikala Bucks menyapu bersih empat perlombaan dari Magic.

Namun seperti yang disebut-ucap para pengamat basket bahwa playoff punya wangi-wangian berbeda. Segala tim akan tampil habis-habisan di playoff. Tahun ini, sejarah baru playoff NBA di Orlando akan dimulai pada 17 Agustus 2020 waktu setempat.